Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Petani adalah seseorang yang bergerak di
bidang pertanian, utamanya dengan cara melakukan
pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman (seperti padi,
bunga, buah
dan lain lain), dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut
untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain. Mereka juga dapat
menyediakan bahan mentah bagi industri, seperti serealia untuk minuman beralkohol,
buah untuk jus, dan wol
atau kapas untuk penenunan dan pembuatan pakaian.
Setiap orang
bisa menjadi petani (asalkan punya sebidang tanah atau lebih), walau ia sudah
punya pekerjaan bukan sebagai petani. Maksud dari kalimat tersebut bukan
berarti pemilik tanah harus mencangkul atau mengolah sendiri tanah miliknya,
tetapi bisa bekerjasama dengan petani tulen untuk bercocok tanam di tanah
pertanian miliknya. Apabila ini diterapkan, berarti pemilik tanah itu telah
memberi pekerjaan kepada orang lain walau hasilnya tidak banyak. Apabila
bermaksud mengolah sendiri, tentu harus benar-benar bisa membagi waktu, tetapi
kemungkinan akan kesulitan kalau tanahnya lebih dari satu petak.
Sejarah
Petani
tradisional dengan kerbau untuk membajak tanah, sebuah metode yang masih
dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu. Petani
modern dengan traktor dan implemen untuk membajak tanah
Bercocok
tanam telah dilakukan sejak zaman Neolitik. Di Zaman Perunggu (5000 hingga 4000 SM), bangsa Sumeria memiliki pembagian
kerja di bidang pertanian. Ketika panen, pekerjaan dilakukan secara
berkelompok dengan jumlah orang dalam setiap grup sebanyak tiga orang.[1]
Sedangkan
usaha peternakan telah ada sejak ribuan tahun. Anjing telah didomestikasikan sejak 15000 tahun yang lalu di
Asia Timur untuk keperluan berburu. Kambing dan domba
didomestikasikan sejak 8000 tahun SM di Asia.
Babi didomestikasikan di Timur Tengah dan China
sejak 7000 tahun SM. Kuda didomestikasikan sejak tahun 4000 SM.
Sedikit informasi
tentang petani semoga menambah wawasan dan kecintaan dengan
